Posted by: rieside | September 30, 2009

Lebih baik diam..

Entah harus dimulai dari mana, karena akhirnya pun aku tidak akan pernah tahu.. dalam beberapa pekan terakhir ini, rasanya ini masa-masa yg sulit untuk sy lalui.. ada yg salah dalam komunikasi kami berdua, entah apa yg menjadi sandungan, yg jelas, benar-benar sulit untuk dimengerti akan dibawa kemana sisanya..

DSC03412bBaru saja kemarin terjadi perang dunia ke-3, tapi alhamdulillah setelah melewati idul fitri semuanya bisa teratasi setelah sy menemukan ayat dalam Q.S. An-Nisa : 128 yang bisa mewakili kegundahan kebahagiaan kami.. jika diterjemaahkan isinya seperti ini : “Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh tak acuh), maka sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. syukur alhamdulillah semua kembali seperti semula.. tapi, setelah semua yg terjadi, rasanya tidak mudah membalikkan kepada keadaan seperti semula hubungan kami yg serba romantis, setelah kejadian keadaan menjadi lebih kaku, lebih beku, dan komunikasi lebih sulit untuk singkron, tapi apapun itu, sy harus tetap berjalan dijalurnya, mempertahankan yg telah ada.. orang bijak harus lebih bijak dari apa yg dikeluarkan dari mulutnya, meskipun rasanya berat, tapi.. keadaan tidak akan berubah jika kita tidak mau berubah.. ibarat batu, jika dilawan dg batu tentu salah satu atau bahkan kedua batu itu akan pecah, tapi jika salah satu batu, yg lain harus menjadi air, mengalir kemana batu itu akan bergerak, menjadi penyejuk dikala batu itu tersengat matahari, menjadi arah dimana batu itu bergulir.. mungkin intinya seperti itu..

Jadi, pada akhirnya harus ada yg diam, diam tanpa harus berulah, karena apapun yg dilakukan mungkin akan terasa salah… diam mungkin bukan suatu kebiasaan, tapi perbedaan harus dihilangkan, katerbatasan hati dalam membimbing jiwa yg lain harus terobati dengan keikhlasan menjalani semuanya.. meskipun semua takkan kembali seperti sedia kala, tapi setidaknya ada usaha yg jelas untuk dapat memperbaiki suasana..

Tidak ada yg salah, hanya saja kita terlalu rentan dg beban yg ada.. kita terlalu mudah untuk berkaca pada emosi.. kita terlalu peka kepada perasaan yg tidak seharusnya kita rasa.. kedewasaan seharusnya membentuk pribadi yg lebih kuat, dan itu yg harus sy lakukan saat ini.. bersikap dewasa meskipun hati ini tak tahu harus berbuat apa.. karena diam dalam kesanksian lebih baik daripada mempertanyakan apa yg tak seharusnya kita risaukan.. tak pantas untuk menangis, dan tak pantas untuk menyerang.. jadi lebih baik diam.


Responses

  1. sabar, ikhlas, n jalanin aj a.. :)
    smua jg butuh proses.
    perbedaan itu buat disatuin..
    jgn ngikutin emosi ya, biar wktu yg jawab..
    mdh2an smua baik2 aja :)

  2. iya vn makasih :) diam itu emas.. heuu


Leave a response

Your response:

Categories