Sewaktu Rama dan Nadia baru pacaran,
Rama melipat 1000 burung kertas buat Nadia, menggantungkannya di dalam kamar Nadia.
Rama mengatakan 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.
Waktu itu… Nadia dan Rama setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua…
Tetapi pada suatu saat, Nadia mulai menjauhi Rama.
Nadia memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis… Paris…Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu…
Sewaktu Nadia mau memutuskan Rama, Nadia bilang sama Rama, kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya. Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik.
Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah…!!
Setelah Nadia pergi ke Perancis..
Rama bekerja keras…
dia pernah menjual koran… menjadi karyawan sementara… bisnis kecil… setiap pekerjaan kerjakan dengan sangat baik dan tekun.
Sudah lewat beberapa tahun… Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan.
Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Nadia, dia masih tidak dapat melupakannya.
Pada suatu hari… waktu hujan, Rama dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan
sangat pelan di depan.
Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua Nadia….
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Boss.
Rama mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang-tua tersebut.
Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.
Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Rama tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman.
Dia melihat di atas papan nisan Nadia tersenyum sangat manis terhadapnya.
Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Rama.
Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup,
Orang-tua Nadia memberitahu Rama, Nadia tidak pergi ke Paris, Nadia terserang kanker,
Nadia pergi ke surga.
Nadia ingin Rama menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Rama dulu.
Nadia bilang dia sangat mengerti Rama, dia percaya kalau Rama pasti akan berhasil.
Nadia mengatakan…
kalau pada suatu hari Rama akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi.
Rama langsung berlutut, berlutut di depan makam Nadia, menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Rama.
Rama teringat senyum manis Nadia yang begitu manis dan polos.
Mengingat semua itu.. hatinya mulai meneteskan darah…
Sewaktu orang-tua itu keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Rama sudah membukakan pintu mobil untuk mereka, Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.
“Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas, 1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit… melewati sungai perak, apakah aku bisa bertemu denganmu? Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap…
hilang dan tak kan kembali, menambah kerinduan di hatiku…
Bagaimanapun dicari, jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah..”
PESAN cerita ini…
cinta itu.. memang menyedihkan! hehehe
