Seperti itulah perumpamaan yang pantas dijadikan judul untuk artikel ini. Perjalanan melelahkan saya sebagai bobotoh PERSIB (anggota Viking) ke kota Jakarta (sarang The Jak suck!, the first enemy of Viking) menggunakan sepeda motor, selama 3 hari. Ini perjalanan pertama kali ke kota Jakarta menggunakan sepeda motor, karena biasanya menggunakan travel/bus.
Sedangkan kepentingan saya berangkat adalah untuk mengikuti test cpns dari sebuah instansi pemerintahan, oleh karenanya saya minta ijin 3hari dari tempat saya bekerja.
Berangkat dari Bandung hari selasa, pukul 10.30 WIB. Bandung, cimahi, padalarang, cianjur, Istirahat di puncak pukul 13.40 WIB. Lalu melanjutkan perjalanan melalui bogor, parung, ciseeng, bsd, tanggerang. Karena perut udah keroncongan, kami istirahat di kota tanggerang, di depan stadion benteng. Kebetulan hari ini PERSIB juga sedang melakukan pertandingan tandang ke kota kediri, jadi kami menonton tv yang ada di rumah makan itu. Tapi yang kami lihat ternyata yang disiarkan pertandingan PERSIJA! jadi nggak tenang, saya baru ingat, identitas saya sebagai seorang anggota Viking masih ada di dompet, di sepeda motor kami. Jadi kami memutuskan untuk segera meninggalkan rumah makan itu dan segera ke Jakarta, karena kami khawatir kami akan menemui rombongan the jakmania. Tiba di terminal kalideres pada pukul 17.00 WIB, saya langsung menghubungi teman saya yang mungkin sudah pulang bekerja, untuk segera menjemput kami. Karena kami tidak tahu harus kemana?! Akhirnya menjelang magrib teman saya datang, kami pun langsung menuju tempat di kost di daerah rawa bokor tanggerang. Setelah istirahat sejenak dikostan, pukul 18.30 kami menuju ke kostan teman kami di daerah cengkareng, jakarta barat. Karena besoknya saya harus transit disini sebelum pergi ke senayan. Dalam perjalanan hati kami terasa galau, takutnya kami berpapasan dengan rombongan the jak. Karena kamipun merasakan sebagai tuan rumah, jika pertandingan telah selesai biasanya melakukan perjalanan pulang sambil konvoi keliling kota, dan jika kami melihat kendaraan dengan plat-B biasa kami takut-takuti, banyak pula diantaranya yang dicaci maki, atau mungkin oleh oknum Viking dilibas menggunakan batu. Kami takut kejadian yang lebih parah akan terjadi disini, apalagi kami masih menenteng identitas anggota Viking. Diperjalanan kami memang menjumpai beberapa rombongan the jakmania, hingga tiba saatnya kami pada sebuah kemacetan. Tanpa didiga ada beberapa oknum the jakmania meneriaki kami.. Vikiiiing!!! Ternyata beberapa anggota the jakmania tersebut melihat plat motor D kami, dan ada stiker Viking yang menempel dibagian belakang motor kami, karena keadaan macet, kami panik! Akhirnya kami menerobos jalan pinngiran yang sesak banyak orang, karena kami takut dikeroyoki disana saat itu juga. Akhirnya kami berhasil lolos, karena anggota the jakmania yang mengejar kami menggunakan sebuat truk. Kami memacu kendaraan secepat mungkin untuk sampai dikostan daerah cengkareng. Dan akhirnya setelah sampai, saya langsung menutup stiker atribut Viking dengan stiker lain yang lebih aman. Huh, akhirnya. Pukul 20.00 WIB kami keluar kembali, survei tempat untuk besok lusa menggunakan motor, dan memang lokasinya sangat jauh, kami sampai di senayan pukul 21.30 WIB, lalu kami balik lagi kekostan.
Hari rabu, pukul 06.00 WIB kami menyimpan motor di kostan, lalu mencoba ke arah senayan menggunakan busway.. Ini pertama kalinya kami menggunakan busway, untungnya ada petunjuk kemana kami harus naik. Dari kostan pukul 07.30 WIB naik busway dari halte sumur bor, melewati halte rawa buaya, dispenda, indosiar, taman kota, lalu transit di harmoni kami ganti busway ke arah blok M. memang nyaman naik busway, hanya dengan ongkos Rp.3500.- bisa naik beberapa kali. dari harmoni ke arah senayan, melewati halte bunderan HI, monas, polda, gelora bung karno, lalu turun di plasa senayan. Karena tidak tahu harus menggunakan apa, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki, dan tiba di senayan gor basket pada pukul 09.00 WIB. Dari situ kami berjalan kaki kembali ke gelora bung karno, lalu naik busway ke arah monas, serasa orang jakarta. Lalu balik ke kostan sampai pukul 12.00 WIB.
Hari kamis, kami memutuskan berangkat dari rawa bokor pukul 05.00 WIB ke kostan di cengkareng untuk menyimpan motor, lalu berangkat ke senayan menggunakan busway dan tiba di senayan pada pukul 07.00 WIB. Test cpns pun dapat kami lalui hingga pukul 12.00 WIB. Karena kami sudah lapar, dan sulit untuk mencari makan disitu, karena beberapa PKL sudah ditertibkan oleh aparat, akhirnya kami memutuskan untuk ke blok M menggunakan metro mini, entah jurusan apa, yang jelas arahnya sih emang ke arah blok M. satu halte terlewati, lalu terlewati lagi, kami jadi bingung, karena arah blok M semakin menjjauh. Setelah melihat beberapa kendaraan umum dengan arah lebak bulus, jadi merinding, kami masuk ke daerah yang mayoritas the jakmania, jakarta selatan. Kamipun turun disembarang tempat, lalu menyusuri jalan yang ada hingga kami tiba di kantor polisi menanyakan arah kembali ke senayan. Lalu kami naik metromini yang sama ke arah sebaliknya dan tiba lagi diplasa senayan, disitu kami langsung masuk ke carefour, makan siang. Setelah makan kami langsung kembali ke cengkareng menggunakan busway kembali. Karena hanya itu yang kami tahu. Dari perjalanan itu kami tahu bahwa jakarta macet banget, naik mobil motor sama saja, memang lebih baik busway, hanya saja ketika kita ingin naik busway, harus ngantri dulu. Tapi dengan Cuma sekali bayar, kita bisa ke arah mana saja yang kita inginkan. Dari perjalanan ini pula, kami diberitahu oleh teman kami, bahwa mayoritas anggota the jakmania itu ada di daerah jakarta selatan, pusat, timur. Sangat berbeda dengan anggota Viking yang ada sampai pelosok-pelosok kota. Bandung timur, barat, selatan, utara, bahkan sampai luar kota.
Karena kepentingan di jakarta sudah selesai, malam hari pukul 19.00 WIB kami memutuskan untuk pulang ke bandung, karena di jakarta kami tidak betah, panas, air kurang jernih, dan karena memang mungkin daerahnya tidak serumpun dengan kami, sunda. Dari rawa bokor melewati jalur bandara soekarno hatta, tanggerang, bsd, ciseeng, parung, bogor, istirahat di puncak pukul 22.10 WIB, lalu lanjut melewati ciajur, padalarang, cimahi, dan tiba dirumah pukul 01.00 WIB dini hari. Mungkin lain waktu jika ada suatu kepentingan lagi, saya lebih memilih menggunakan kendaraan umum, daripada sepeda motor.
Dari cerita ini ditarik kesimpulan..
Darah biru telah mengalir dalam diri saya, oleh sebab itu, tinggal di jakarta tidak membuat saya tidak nyaman. PERSIB atau mati!
