Posted by: rieside | June 9, 2008

Bintang Kebebasan

dan berlutut memuja kebebasan. Bagai budak merendahkan diri didepan kehormatan. Kalian seperti pemuja tiran yang sedang bersiap membantai diri kalian sendiri dengan angan-angan kalian. Bahkan sampai dalam mimpi aku melihat orang-orang yang paling bebas di antara kalian memanggul kebebasan bagaikan pikulan dan mengenakannya seperti belenggu pengikat yang rekat.
Air mataku mengalir karena aku tahu bahwa kalian hanya dapat bebas sepenuhnya jika keinginan bebas pun menjadi belenggu bagi jiwa kalian, dan jika kalian telah dapat berhenti membicarakan kebebasan sebagai tujuan dan pemenuhan. Kalian akan benar-benar bebas ketika hari-hari kalian tiada kosong lagi dari beban pikiran dan malam-malam kalian juga tiada sepi dari keinginan dan kesedihan.
Bintang kebebasan adalah rangkuman kehidupan, jika kalian dapat mengatasinya, maka kalian akan tegak menjulang tinggi, lepas dari belenggu dan keterbatasan. Tetapi bagaimana jika kalian akan dapat mengatasi hari dan malam jika kalian tidak mematahkan belenggu ikatan yang di fajar pengalaman telah kalian ikatkan pada ketinggian tengah hari.
Dan tahukah kalian belenggu apa yang akan kalian patahkan untuk mencapai bintang kebebasan itu? Tidak lain adalah daging tubuh kalian sendiri. Jika yang akan kalian buang itu adalah hukum yang tidak adil, maka akuilah bahwa ia telah kalian tulis dengan tangan di kening-kening kalian sendiri. Mustahil kalian dapat menghapuskannya hanya dengan membakar bukti-bukti yang ada. Dan ia juga tidak akan hilang meski kalian membasuh kening para hakim kehidupan dengan seluruh air di lautan.
Jika ada beban kesusahan yang hendak kalian buang, maka ingatlah bahwa beban itu adalah sesuatu yang telah kalian pilih, bukan dipaksakan di atas pundak-pundak kalian. Jika ada ketakutan yang ingin kalian hilangkan, maka ketakutan itu sebenarnya bersarang di dasar hati kalian sendiri.


Leave a response

Your response:

Categories