Malam tetap melintang dihadapanku, namun aku masih sanggup berdiri disini, dalam malamku, temani bintang polaris dan indahnya lampu-lampu kota dari puncak bukit ini, yang menanti akhir dari kesunyianku.. tapi tidak baginya!! Dalam sudutku, aku terus menghisap rokok yang ada dalam tanganku, hanya sekedar untuk merebahkan bebanku kedalam asapnya, dan dalam ruangku aku tetap mengisi dahaga ini dengan secangkir kopi hangat yang menghangatkan tubuhku dalam udara kota diatas lintas bukit yang dingin, dengan angin semilir yang menggodaku untuk melayang bersama angan-anganku. Namun entah apa yang ada dalam benakku saat ini, disaat aku merasakan kebahagiaan bersama indahnya cinta, disaat aku merasakan kebahagiaan dengan sahabat waktuku, masih saja aku bermimpi tentang masa itu, masih saja aku teringat tentang masa itu, masa yang seharusnya aku buang jauh-jauh, aku kubur dalam kedalaman yang tak terjangkau oleh ingatanku. Apakah ini karma bagiku? Yang begitu dalam aku tanam benihnya, sehingga begitu sulit untukku mencabutnya dari akar batinku? Ataukah ini luka hatiku, yang sampai saat ini belum sembuh karena deritanya menghantam jiwaku? Ataukah hatiku belum ikhlas menerima semua kenyataan yang ada dihadapanku? Aku mencoba menerima semua dengan senyumku, karena setinggi apapun aku mendulang kebahagiaan, aku masih tetap saja tertahan dengan derita ini. Ingin aku mengubur hidup-hidup kenangan yang masih ada, tanpa harus membuka ingatanku kembali, karena ini semua hanya membuat air mataku muncul kembali ke permukaan. Ingin aku melupakan semua kepingan cerita yang pernah ada, tanpa harus meneteskan air mata, karena semua hanya membuat hidupku seolah-olah hanya untuk masa lalu. Biarlah kekalahanku mereka anggap sebagai bagian pengalamanku, tapi aku kalah bukan berarti terpuruk, aku masih bisa merangkak walaupun hanya dengan satu tanganku ini, walaupun hanya dengan doaku, aku masih bisa mengganti air mata ini dengan darahku sendiri. Yang aku harapkan saat ini adalah selimut kebahagiaan yang mereka miliki, akan menyelimuti sebagian dari kisah hidupku juga, tanpa harus terluka kembali. Karena akupun akan mencoba meng-ikhlaskan semuanya..
